RSS

Konversi Mutu Beton K (Karakteristik) ke fc’ (kuat tekan)

25 Agu

 

    Dalam sebuah perencanaan bangunan untuk beton biasanya output yang dihasilkan adalah fc’ dalam satuan Mpa. Namun dalam spesifikasi teknis suatu proyek, yang tercantumkan adalah mutu beton dengan menggunakan beton K berapa, semisal K225. Ketika mendesign jobmix beton untuk digunakan diproyek biasanya digunakan mutu beton K. Samakah Mutu Beton K dengan fc’ Mpa?
    Jawabannya tidak sama, karena K adalah kuat tekan karakteristik beton kg/cm2 dengan benda uji kubus bersisi 15 cm. Sedangkan fc’ dalam Mpa adalah kuat tekan beton yang disyaratkan Mpa atau kg/cm2 dengan benda uji silinder. Jadi, karena terjadi perbedaan benda uji maka mutu betonnya menjadi tidak sama. Sebagai hasil contoh, fc’22,5 Mpa itu setara dengan mutu beton berkisar K-271.
Apakah kuat tekan Karakteristik itu? kekuatan tekan karakteristik ialah kekuatan tekan, dimana dari sejumlah besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji, kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja. Yang diartikan dengan kekuatan tekan beton senantiasa ialah kekuatan tekan yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus yang bersisi 15 (+0,06) cm pada umur 28 hari.
    Sedangkan fc’ adalah kuat tekan beton yang disyaratkan (dalam Mpa), didapat berdasarkan pada hasil pengujian benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penentuan nilai fc’ boleh juga didasarkan pada hasil pengujian pada nilai fck yang didapat dari hasil uji tekan benda uji kubus bersisi 150 mm. Dalam hal ini fc’ didapat dari perhitungan konversi berikut ini. Fc’=(0,76+0,2 log fck/15) fck, dimana fck adalah kuat tekan beton (dalam MPa), didapat dari benda uji kubus bersisi 150 mm. Atau perbandingan kedua benda uji ini, untuk kebutuhan praktis bisa diambil  berkisar 0,83.
 
    Para pelaksana konstruksi perlu ekstra hati-hati, karena saat ini telah dan harus mengunakan standar perencanaan berdasarkan SNI. Sedangkan aplikasi sampai saat ini hampir semua Bestek atau Recana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), masih mengunakan mutu beton dengan “K” (karakteristik).  Jadi jangan coba, sesekali memesan mutu beton K-300 apabila di RKS tercantum mutu beton fc’ 30 Mpa karena bisa menimbulkan kegagalan struktur bangunan beton bertulang.
 
Contoh perhitungan mutu beton fc’ 30 Mpa, menjadi “K”. Misalkan mutu beton di RKS 30 Mpa, maka kita dapat menghitung dengan konversi benda uji kubus ke silinder, yakni berkisar 0,83 dan konversi satuan Mpa ke kg/cm2, yakni sama dengan 10. Jadi mutu beton adalah sama dengan 30*10/0,83 = 361 kg/cm2.
 
Sebagai catatan tambahan. Tingkat kekuatan dari suatu mutu beton dikatakan dicapai dengan memuaskan  bila persyaratan berikut terpenuhi : (i).  Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil benda uji yang masing masing terdiri dari empat hasil uji kuat tekan tidak kurang dari (fc’ + 0,82 S). (ii). Tidak satupun dari hasil uji tekan (rata-rata dari dua silinder) mempunyai nilai dibawah 0,85 fc’.
Image
 
ImageImage
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 25/08/2013 in Uncategorized

 

4 responses to “Konversi Mutu Beton K (Karakteristik) ke fc’ (kuat tekan)

  1. yulyana (@yulyanan)

    23/03/2014 at 6:14 pm

    terimakasih atas informasinya..

     
  2. DR Architects

    17/07/2014 at 9:08 pm

    Jasa Desain Bangunan Profesional ( Mencakup Gambar Kerja 2D+3D+RAB ) jasa mulai 20.000-30.000 / m2 dan Pelaksanaan Fisik . Meliputi Perumahan (berkelas Internasional maupun Nasional) Rumah Pribadi , Toko , Ruko , Gedung Kantor , Sekolahan , Hotel , dan Banguanan Lainnya . Soal Desain Banguan Saya ahlinya , Sudah terbukti dari banyak desain saya yang sudah terbeli oleh Salah satu PENGEMBANG TERBESAR DI INDONESIA .Untuk mengetahui lebih Lanjut Lihat hasil desain di Blog saya di http://www.DR Arch Desain Bangunan.blogspot.com / telp.0823 3245 9942 Pin 7DF87A5C…..Saya Tinggal di Kota Bojonegoro ( bila ada kerjasama kirim lewat POS saja ) kalau jarak tempat tinggal terlalu jauh

     
  3. Aristya

    22/08/2014 at 12:30 pm

    Selamat malam,
    Tulisan yg bagus untuk merefresh kembali tentang dasar ilmu beton.

    Boleh kah saya sharing sedikit?

    Dalam PBI dicantumkan konversi umur beton dari 3 hingga 365 hari dan dalam tabelnya dituliskan konversi tersebut untuk semen portlad biasa (OPC). Di pasaran, semen yg umum digunakan dalm proyek (mungkin di tempat mas penulis begitu juga) adalah semen PCC.

    Saya ingin tahu apa konversi tersebut masih bisa (relevan) digunakan untuk mengkonversi kuat tekan beton (berdasar umur) untuk beton dengan semen PCC? Atau, mas penulis sudah punya tabel konversinya sendiri boleh dishare… (^^)

    Thanks.
    Keeps on blogging.

    Regrds
    Aristya

     
  4. Ardika

    09/10/2014 at 9:32 am

    Selamat malam,
    Mohon maaf aku ingin bertanya ?

    kebetulan aku lagi menegrjakan proyek jembatan yang menggunakan beton prestes yang mana pada gambar menggunakan fc, 40 Mpa dengan mutu beton K-500, dan setelah dilakukan pengetesan benda uji (kubus) beton yang kami buat berdasarkan perhitungan hasil tes benda uji tidak mencapai mutu beton K-500 tetapi hanya mencapai K-477, olehnya itu apakah mutu beton tersebut masih bisa dikategorikan beton K-500 atau Fc. 40 Mpa ataukah dapat di pakai untuk pekerjaan tersebut ??? tolong penjelasannya,…. terima kasih..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: