RSS

(the unrequited love) cinta bertepuk sebelah tangan

07 Jun

indra nd

love

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Bagaimana rasa deg-degan saat melihatnya, rasa canggung saat berbicara dengannya, rasa rindu saat ia tidak ada, dan lainnya. Memang benar kata Titiek Puspa di dalam lagu “Jatuh Cinta”:

“Jatuh cinta berjuta nikmatnya. Menangis tertawa karena jatuh cinta, oh, asyiknya!”

Buat saya lagu ini menjadi pengingat bahwa jatuh cinta itu memang indah dan bisa membawa suka maupun duka. Berkaitan dengan suka duka jatuh cinta,  Saya menulis ini sebagai sebuah renungan karena jujur, saya pun pernah mengalami hal seperti ini.

Bohong rasanya jika kita tidak berharap bahwa orang yang kita cintai atau sukai tidak perlu membalas cinta kita. Mungkin sering kita dengar bahwa “cinta itu tak harus selalu memiliki” yang berarti kita harus mencintai tulus walaupun hanya berlangsung satu arah; tak perlu berbalas, yang penting kita memberikan cinta terus menerus. Yah, terkadang terdengar seperti bualan belaka. Saya selalu ingat salah satu lagu favorit saya saat sedang galau yang dibawakan oleh Kahitna, yaitu “Cinta Sudah Lewat”:

“Bila memang cinta tak harus slalu miliki, namun nyata dan tak mudah melupakan.”

Buat saya lagu ini seperti mewakili suara saya yang mau teriak, “Emang loe kira gampang?!” Kayaknya orang yang bisa ngomong bahwa cinta tak perlu memiliki itu belum pernah merasakan ketika cintanya nggak berbalas kali ya? Hihihi. Coba kalau orang-orang yang bisa ngomong gitu ngerasain sakitnya kita kalau ngelihat dia dari jauh, ngerasain sedihnya kita tiap kali mengingat kejadiannya. Kalau kata Dewa di lagu “Pupus”:

“Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan. Kau buat remuk seluruh hatiku.”

Rasanya tuh kayak hancur banget lah!

Setelah sekian lama tenggelam di dalam kesedihan (walaupun mungkin belum sepenuhnya lepas juga), lama-lama saya sadar bahwa keadaan ini merupakan bagian dari indahnya jatuh cinta. Coba bayangkan, kalau kita tidak tenggelam seperti ini, apakah kita bisa belajar lebih kuat? Apakah kita bisa belajar untuk lebih tulus dan ikhlas? Apakah kita bisa belajar untuk menerima keadaan? Pelajaran-pelajaran ini merupakan hal yang mampu membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam proses penulisan ini pun saya masih bisa dibilang ada sedikit pengaruh dari kejadian yang saya alami tersebut. Memang akan sulit bagi kita untuk menerima kejadian yang tidak sesuai dengan harapan kita. Makanya bisa muncul ungkapan, “lebih baik tidak berharap supaya nggak sakit.” Ungkapan seperti ini menurut saya hanya diucapkan oleh orang-orang yang takut untuk maju, takut untuk melebarkan sayapnya. Saya sendiri lebih berpegang kepada “no pain, no gain” karena memang tanpa rasa sakit, kita hanya menerima keadaan yang kita sukai saja sehingga kita lupa bagaimana rasanya berjuang dan berusaha untuk menjadi lebih kuat.

Saya pernah mengobrol dengan salah seorang sahabat saya dan dia menyatakan, “Tidak ada yang salah dalam mengungkapkan cinta. Yang penting dia tahu bahwa ada orang yang akan selalu mencintainya. Nggak akan ada yang dirugikan kok sebenarnya.” Pernyataan sahabat saya ini memang mendorong saya untuk menjadi pribadi yang lebih berani, lebih kuat. Memang benar bahwa sebenarnya tidak ada yang salah dalam mengungkapkan cinta, selama tidak asal mengungkapkan begitu saja. Cinta itu memang perlu dikomunikasikan. Jangan hanya sekedar wacana saja agar orang yang kita cintai tahu apa yang kita rasakan. Ketika kita mengungkapkan cinta, maka beban kita dalam memendam rasa akan tersalurkan sehingga meringankan bagi kita. Orang yang kita cintai pun tidak rugi apapun karena ia tahu ada orang yang mencintainya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada resiko, seperti cinta kita tak berbalas, kecanggungan yang muncul setelahnya, atau mungkin kerenggangan hubungan pertemanan, tapi apakah itu merugikan kita atau dia? Menurut saya tidak, malah keduanya diuntungkan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa sakit ini? Jangan coba untuk dilupakan! Terkadang semakin berusaha kita untuk melupakannya, malah semakin ingat akan apa yang telah terjadi karena pikiran kita selalu menuju padanya. Hal yang paling susah untuk dilakukan dan sudah saya singgung di atas adalah menerima keadaan. Rasanya memang sakit sekali ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan, tetapi memang itulah yang kita hadapi. Entah karena dia memang belum siap menjalin hubungan, dia tidak mencintai kita, atau apapun alasannya, kita harus bisa menghargainya. Bukankah kita mencintai dia apa adanya? Tentunya hal seperti ini harus kita terima sebagai bagian dari dirinya yang kita cintai. Berat, tapi itulah wujud cinta tulus kita.

Lalu kita harus berusaha untuk move on karena apapun alasannya bagi dia, ini bukan saatnya bagi dia untuk membalas cinta kita. boleh saja kalau kita masih menaruh harapan atau ingin selalu hadir untuk dia sebagai bentuk kasih sayang kita, tetapi jangan sampai kita terjebak dengannya. Walaupun mungkin suatu saat dia akan membalasnya, tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan dan lagipula apakah kita mau terus menerus sakit karenanya? Masih banyak ikan di lautan. Kalau tidak ketemu ikan, masih ada kepiting, udang, atau cumi-cumi kan? Mungkin untuk saat ini dia memang bukan yang terbaik bagi kita.

Kuncinya bagi saya adalah stay positive. Boleh saja kita sedih karena kejadiannya tidak sesuai harapan. Itu adalah hal yang wajar selama kita tidak larut di dalamnya terus menerus. Selalu ingat bahwa ini bukan saatnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi yakinlah bahwa kita saat ini diberikan apa yang kita butuhkan. Semua pengalaman ini mampu membuat kita lebih kuat dan bijaksana. Jadi ketika cinta bertepuk sebelah tangan, nikmati saja! Itulah indahnya jatuh cinta🙂

Cinta bisa datang, cinta bisa pergi. Tapi ada satu hal yg cinta gak bisa lakukan; cinta gak bisa nunggu.” – Film Jomblo

Andai setiap manusia bisa memilih kepada siapa dia mau jatuh cinta, mungkin masalah cinta di dunia ini akan berkurang setengah.

Karna klo misalnya bisa, saya pribadi akan memilih jatuh cinta pada wanita yg jelas-jelas mencintai saya juga. Tapi kadang kita jatuh cinta pada seseorang yg kita tau benar bahwa dia tidak balik mencintai kita.

…dan hal itu yg memenuhi setengah masalah cinta di dunia ini.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 07/06/2011 in Uncategorized

 

6 responses to “(the unrequited love) cinta bertepuk sebelah tangan

  1. milimeterst

    07/06/2011 at 5:53 am

    kkkkk :)) muantaaaeeeb tuuh .. sebelah tangan .. tapi sebelah nya lagi pipi….

     
  2. Muhammad Burhanuddin

    08/06/2011 at 1:07 am

     
  3. Dz

    13/03/2012 at 11:55 am

    bagus!!!!bisa buat motivasi..thx kak!!!!!lol

     
  4. indrapratama

    15/03/2012 at 3:37 pm

    apa lagi modal pas-pasan sprti sya… hehehe kuncinya hanya sabar 1x gagal msh ada 9 kesempatan untuk bisa mendapatkan….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: